MITOS GERHANA BULAN
Anda percaya tahyul ? Jika tidak tentu anda gak bakal masuk penjara.
Tapi jika anda termasuk manusia yang hidup di jaman Heandphone dan
komputer masih terbuat dari batu dan mempercayai mitos Gerhana di bawah
ini, juga tidak akan ada yang melaporkan anda ke polisi. Inilah
mitos-mitos itu :
- CHINA, Kebudayaan kuno China meyakini bahwa gerhana bulan
terjadi karena seekor naga raksasa murka dan memangsa bulan. Fenomena
ini mereka sebut ” CHIH ” yang artinya memangsa. Untuk mengusir naga,
mereka membuat keributan dengan cara membunyikan petasan agar sang naga
pergi. Hingga kini, meski sudah tidak diyakini lagi, guna melestarikan
kebudayaan, pembunyian petasan saat gerhana kadangkala masih diadakan
- JEPANG , Orang Jepang Jadul menganggap bahwa saat terjadi
gerhana para dewa menebarkan racun hitam pekat ke dunia, karena itu
mereka selanjutnya berbondong-bondong menutupi sumur-sumur mereka
dengan benda apa saja hingga gerhana bulan berakhir
- PRANCIS , Diceritakan bahwa Raja Louis akhirnya meninggal
dalam histeria dan ketakutan yang amat sangat menyadari suatu malam
dunia begitu gelap tanpa bulan pada tahun 840. Menurutnya setan
sebentar lagi turun kedunia.
- JAMAICA, Suatu kali Colombus terdampar di Jamaica karena
kerusakan kapal yang cukup parah sehingga membutuhkan perbaikan yang
akan memakan waktu lama. Untuk memenuhi kebutuhan makan minum, Colombus
menggunakan ilmu pengetahuannya tentang gerhana untuk membohongi
penduduk pribumi. Dia katakan bahwa para dewa akan marah jika para
pribumi tidak memberi para awak kapal makan minum selama proses
perbaikan kapal. Semula penduduk tak percaya, namun ketika bulan
benar-benar lenyap total, mereka menjadi ketakutan dan esok harinya
mulai secara sukarela melayani colombus dkk dalam hal makan minum
- JAWA -INDONESIA, mungkin kita sudah banyak yang tahu bahwa
penduduk jawa dahulu saat gerhana tiba berbondong-bondong
menyembunyikan balita mereka di dalam tempayan, kolong tempat tidur dan
tempat aman lain demi menghindarkan bocah-bocah itu dari shang Batara
Kala, raksasa dalam cerita pewayangan. Sementara itu kaum laki-laki
beranjak memukul kentongan beramai ramai untuk mengusir sang kala
sesegera mungkin.
So, anda percaya tahyul yang mana gan ? Saya percaya martabak manis terang bulan, gan… Lueegiiitt…
Diposting oleh
Unknown
06.55